Menjadi hamba karena patuh

Pernahkah Anda menyaksikan acara hipnotis di televisi? Memang ada dua jenis: tipuan (trik) murahan, dan hipnotis sungguhan. Trik dilakukan dalam film-film layar lebar atau sinema elektronik. Namun untuk yang sungguh-sungguh hipnotis, maka tidak ada tipuan di situ, namun soal aktifitas roh dan jiwa.

Seperti dilakukan penghipnotis terkenal di televisi, biasanya ia akan mengundang siapapun yang mau maju ke depan. Maka majulah beberapa orang memenuhi undangan peng-hipnotis. Orang-orang yang memenuhi undangan ini adalah orang yang mematuhi penghipnotis.

Orang-orang dibawah pengaruh hipnotis
Orang-orang dibawah pengaruh hipnotis

Berikutnya penghipnotis berkata: “Lihat mata saya” dan orang yang akan dohipnotis melakukan kepatuhan yang kedua dengan menatap mata penghipnotis (dan hal yang disadari ialah, bahwa mata merupakan jalan masuk bagi kuasa roh) , kemudian penghipnotis berkata lagi: “tarik nafas dalam-dalam” dan ia menarik nafas dalam-dalam melakukan kepatuhan yang ketiga dan dengan serangkaian kepatuhan itu, maka orang tersebut sudah berada di bawah kendali penghipnotis , yang berkuasa melakukan apa saja untuk dipatuhi oleh orang tersebut, salah satunya adalah ketika ia berkata: “TIDUR !! “

Seorang penghipnotis biasanya telah melatih kekuatan mentalnya dengan latihan-latihan tertentu, sehingga ia memiliki kekuatan konsentrasi di atas rata-rata manusia. Sedangkan orang yang bisa dihipnotis adalah pertama: ia patuh kepada penghipnotis, kedua, ia memiliki mental yang rapuh dan lemah. Sebuah sikap menghina akan dapat merapuhkan mentalitas seseorang, itulah sebabnya jika dalam sebuah acara hipnotis terdapat penonton yang berteriak melecehkan penghipnotis, maka ia bisa menjadi sasaran empuk.

Alkitab juga memberikan contoh tentang seseorang yang menjadi hamba lewat kepatuhan, misalnya dalam konotasi negatif sebagai berikut. Dalam kitab Kejadian Pasal 3, Adam dan Hawa patuh kepada iblis dalam ujud ular, dengan memakan buah pengetahuan baik dan jahat yang sebelumnya sudah dilarang Tuhan di Kejadian 2. Lewat satu buah kepatuhan, maka manusia diperhamba dosa (iblis).

Dalam kitab Injil, Yesus disebut sebagai Adam yang kedua, karena sama seperti Adam, lahir bukan dari keinginan laki-laki , namun oleh kehendak dan perbuatan Allah, maka Yesus juga terlahir bukan dari keinginan seorang laki-laki, namun oleh Allah sendiri. Iblis berusaha agar Yesus taat kepadanya dengan cara yang mula-mula halus:

Matius 4:3
Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah,perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”

Melalui perkataan iblis itu, Yesus sebenarnya sedang diserang harga diri-Nya, lewat tantangan “Jika Engkau Anak Allah…” Namun Yesus sadar bahwa iblis sedang berusaha membuat-Nya mentaati perintah iblis, sehingga Dia mengabaikan tantangan iblis, dan melawannya dengan Firman Tuhan. Yesus merasa tidak perlu membuktikan keanak-Allahan-Nya kepada bapa pendusta itu.
Lewat pencobaan-pencobaan itu Yesus telah membuktikan bahwa yang Dia taati hanyalah Allah Bapa saja, dan bahkan sampai kematian-Nya Yesus secara sempurna hidup dalam ketaatan mutlak kepada Allah Bapa, oleh karena itu Allah Bapa sangat menghargai dan meninggikan Yesus Kristus.

Nah sahabat surgawi,

Hidup adalah membuktikan bahwa kita adalah orang-orang yang mau taat sepenuhnya kepada setiap perkataan Allah Bapa, yaitu Firman-Nya, maka kita akan diakui-Nya sebagai hamba-Nya.

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s