Doa pemungut cukai

“Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. ……………
Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
(Lukas 18:10-14)

Pada masa itu, profesi pemungut cukai sepertinya mewakili sampah masyarakat, karena mereka dianggap kaki tangan penjajah Romawi dan seringkali melakukan pemerasan, jadi dalam kisah itu pemungut cukai tersebut memang jelaslah seorang yang banyak berbuat dosa. Orang itu mengakui dan menyesali segala kejahatannya di hadapan Allah, ia mau jujur kepada Allah, dan sikap merendahkan diri dan keseriusan untuk bertobat seperti inilah yang selalu ditunggu oleh Allah, sehingga Allah memutuskan untuk membenarkan pemungut cukai itu. Membenarkan dalam konteks ini bukan berarti bahwa TUHAN menyetujui semua tindakan kejahatan yang telah dilakukan oleh pemungut cukai, melainkan menghapus dosa pemungut cukai itu.

Selanjutnya kita bandingkan dengan ayat berikut, dari

Lukas 12:2
Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.

Ketika pemungut cukai itu terbuka di hadapan Allah tentang segala kejahatannya, mengakuinya dan menyesalinya dengan sangat, maka TUHAN mengampuninya, dan pastilah – sesuai Firman TUHAN – kelak di hari penghakiman, Tuhan tidak akan menyingkapkan dosa tersebut, sebab sudah diakuinya. Adalah berbeda jika seseorang, yang pernah melakukan suatu dosa, tetapi tidak mengakuinya di hadapan Allah, maka ia harus berhati-hati pada hari penghakiman. Kita juga belajar dari peristiwa tersebut, bahwa pemungut cukai hanya mengakui itu di hadapan Allah, dan tidak ada imam di situ, namun di hadapan saksi-saksi, yaitu para malaikat dan roh-roh yang menjadi saksi akan pertobatan orang berdosa itu, dan Tuhan mengampuni dia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s